Sharing Knowledge is the Best


Tepat pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, hujan deras yang mengguyur Jombang, Jawa Timur membuat makam Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mengalami penurunan atau ambles.

Kini, makam di lingkungan Pondok Pesantran (Ponpes) Tebu Ireng Desa Cukir, Kecamatan Diwek itu sudah dibenahi. Keluarga besar dan pengasuh pondok telah melakukan antisipasi agar peristiwa serupa tak terjadi.

“Saat ini sudah selesai dibenahi. Dan, masih perlu dilakukan pembenahan-pembenahan. Termasuk membatasi agar genangan air tidak mengalir ke arah makam,” kata Lukman Hakim, salah seorang pengurus Pondok Pesantren Tebu Ireng kepada VIVAnews, Jumat.

Dijelaskan dia, di makam Gus Dur telah dipasang pembatas batu batako campur semen setinggi 30 cm, dengan posisi mengitari makam. “Gundukan tanah juga ditinggikan,” kata Lukman.

Sebelumnya, sekeliling makam hanya terpasang tumpukan batako yang ditata rapi. Pembenahan makam itu dilakukan bertahap dan baru selesai Jumat sore.

Secara terpisah, Putri Gus Dur, Alissa Wahid menjelaskan, penurunan tanah makam sudah terjadi beberapa kali.

“Sebagai makam yang masih baru, tanah makam Gus masih belum padat, sehingga beberapa kali mengalami penurunan. Diperkirakan sekitar dua sampai tiga tahun,” kata Alissa dalam akun Twitter, Jumat 18 Februari 2011.

Meski beberapa kali mengalami penurunan, Alissa mengakui, ini yang paling parah. “Kali ini turun paling dalam. Air yang cukup deras tidak tertampung saluran yang ada,” tambah dia.

Gus Dur wafat pada Rabu 30 Desember 2009 sekitar pukul 18.40 WIB. Kondisi kesehatan Gus Dur menurun sejak menjalani operasi gigi Senin 28 Desember 2009 lalu.

Tag Cloud

%d bloggers like this: